SURABAYA RAIH LAGI GELAR KOTA LAYAK ANAK

Setelah pada 2011 berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya, tahun ini Surabaya kembali dianugerahi KLA kategori Nindya. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Linda Amalia Sari Gumelar kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jakarta, Rabu kemaren.
Dengan penganugrahan itu maka Surabaya diharapkan akan semakin memingkatkan komitmen dan kepeduliannya thd hak hak anak .
Menurut Permen PPPA no 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Pengembangan Kabupaten,Kota Layak Anak, bahwa yang dimaksudKota Layak Anak adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha ,untuk menjamin terpenuhinya hak anak.Dalam penyelenggaraan KLA terdapat lima kategori penghargaan yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA. Kategori Nindya lebih tinggi tingkatannya dibandingkan kategori Madya yang sebelumnya di raih Surabaya. Skala penilaiannya pun lebih kompleks termasuk macam-macam inovasi yang dilaksanakan pemerintah kota/kabupaten.

Menurut Nanis Chairani Kabag Humas Pemkot Surabaya, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap komitmen dan upaya pemerintah kota untuk mewujudkan pemenuhan dan perlindungan hak anak di wilayah administrasinya,hal ini seperti dikutip dari pernyataan Deputy Tumbuh Kembang Anak, Dr Wahyu Hartomo. Msc.

Untuk menyabet predikat sebagai KLA bukanlah perkara mudah. Pasalnya, kota/kabupaten harus memenuhi 31 indikator yang diambil dari 6 kluster utama pemenuhan hak anak. 6 kluster yang dimaksud antara lain, pengembangan komitmen kebijakan, program, penganggaran, dan penyediaan infrastruktur anak; pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak; serta pemenuhan hak anak untuk mendapatkan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.
Ada pula pemenuhan hak kesehatan dan kesejahteraan dasar anak, pemenuhan hak pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; dan hak perlindungan khusus bagi anak dalam situasi khusus.

sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB), Antiek Sugiharti menuturkan, Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya yang kesemuanya memenuhi kriteria 6 kluster utama.  Untuk poin pengembangan komitmen kebijakan, Kota Pahlawan telah menyediakan berbagai payung hukum yang sifatnya responsif terhadap anak.
“Dengan disahkannya Perda no 6/2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Perda no 2/2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial merupakan bagian penting dalam pengembangan kebijakan pro anak yang dikembangkan oleh Pemkot Surabaya.

Pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak telah diakomodir dengan pemberian akte kelahiran secara gratis, serta guna mendukung pemenuhan hak anak untuk mendapatkan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, digelarlah beberapa pelatihan terkait hak-hak anak kepada keluarga dan kader masyarakat. Disamping itu, adanya liponsos anak dan panti asuhan juga termasuk dalam kluster ini.
Lebih lanjut, Antiek mengatakan, pengobatan gratis merupakan wujud pemenuhan hak kesehatan dan kesejahteraan dasar anak// Sementara di bidang pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, Pemkot telah menggalakan program wajib belajar 12 tahun secara gratis. Instansi yang dipimpin Tri Rismaharini ini juga sudah membangun Taman Bacaan Masyarakat dan puluhan taman kota. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi anak untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan positif.(Wahyu)

 

WALIKOTA KUATIR ANAK ANAK JADI KORBAN TRAFICKING, KELUYURAN DI RHU DIRAZIA

Tak hanya masalah urbanisasi pasca lebaran , persoalan lain yg juga mendasar dan mendapat perhatian khusus dari pemkot Surabaya saat ini adalah terjadinya trafficking pasca lebaran. Untuk melakukan antisipasi kemungkinan itu ,pemkot mulai melakukan razia ke sejumlah tempat yg diindikasikan menjadi tempat mangkal mereka anak anak yg rentan menjadi korban .Bahkan walikota Tri Rismaharini ikut serta dalam razia ini .Alhasil dari razia pada rabu dini hari kemaren ,petugas gabungan satpol dan linmas serta dinsos Surabaya di back up kepolisian berhasil mengamankan sekitar 50 anak yg kedapatan nongkrong dan mengunjungi tempat hiburan di darmo park surabaya.
Mereka yg terjaring ,dilakukan pendataan bahkan Walikota memberikan nasihat kepada mereka yg sebagian besar berasal dari luar Surabaya.

Tidak hanya kepada para anak anak,risma juga memberikan peringatan kepada tempat hiburan di Surabaya ini yg kedapatan memperkerjakan anak anak di bawah umur maupun melakukan pembiaran thd anak anak untuk mengunjungi tempat tempat tersebut, pemkot Surabaya bakal mengenakan sanksi hingga kepada pencabutan ijin.

Walikota menambahkan, sweeping semacam ini akan terus dilakukan secara simultan dengan melibatkan Satpol PP, Bakesbangpol dan Linmas,serta sejumlah instansi terkait.
Sementara, Kasatpol PP Irvan Widyanto menuturkan, 14 anak sudah dijemput langsung oleh orang tuanya, sedangkan sisanya diarahkan ke Liponsos guna diberikan arahan lebih lanjut.

   

ARUS BALIK LEBARAN PEMKOT SURABAYA MULAI PANTAU ARUS URBANISASI

Masa balik lebaran yg sudah mulai berlangsung sejak kemaren hingga kemungkinan H + 7 Lebaran ,biasanya akan diiringi pula dengan arus urbanisasi ke Surabaya. Guna memantau hal itu pemkot Surabaya sudah mulai menerjunkan tim pemantau di area kedatangan baik terminal maupun stasiun tujuannya untuk memantau sejauh mana jumlah penumpang balik ke Surabaya ,meski sebatas gambaran awal. Menurut Walikota Tri Rismaharini ,pemantauan oleh tim linmas sudah mulai dilakukan guna mendeteksi jumlah arus urbanisasi yg bersamaan dengan arus balik lebaran. Setelah itu langkah selanjutnya pemkot Surabaya bakal mengintensifkan razia kependudukan di masing masing wilayah kecamtan terutama daerah yg menjadi tujuan urban. Meskipun tidak serta merta melarang namun menurut Risma ,bagi mereka yg kedapatan warga luar surabaya dan tidak mempunyai tujuan pekerjaan yg jelas maka akan disarankan untuk balik ke daerah asal.

Sampai berapakah jumlah arus urban ke surabaya pada musim pasca lebaran,menurut data dispenduk capil pemkot Surabaya ,ada kecenderungan penambahan jumlah penduduk pasca lebaran hingga mencapai 1 persen.

   

MUSIM MUDIK PEMKOT SURABAYA WASPADA KEBAKARAN DAN KRIMINALITAS



Dalam rapat pertemuan badan koordinasi kehumasan yg dihadiri dinas perhubungan ,dinas sosial , dinas PMK ,Bakesbanglinams serta bagian bagian Humas Pemkot Surabaya ,dibicarakan terkait masa libur lebaran yg disertai kegiatan mudik masyarakat . Dalam masa mudik lebaran tersebut maka pemkot Surabaya menghimbau agar warga masyarakat tetap menjaga kewaspadaan khususnya terkait keamanan tempat tinggal dan bahaya kebakaran.Menurut Sumarno kepala bakesbang linmas Surabaya,kegiatan mudik masyarakat diharapkan tetap memperhatikan masalah keamanan rumah yg ditinggal mudik.Oleh karenanya linmas bakal menggerakkan lagi komponen kegiatan pam swakarsa di sekitar tempat tinggal warga yg mudik.

Menurut Sumarno tenaga linmas juga tetap dikerahkan untuk kesiagaan mudik ini namun pemberdayaan warga masyarakat tetap diperlukan.

Sementara itu selama masa romadhon ini kejadian penggunaan petasan yg telah dilarang sempat mengakibatkan jatuhnya dua korban warga surabaya.Meskipun tidak sampai fatal Sumarno menyayangkan atas kejadian tersebut, berbeda dengan tahun lalu korban akibat petasan nihil, untuk itu tetap dihimbau agar masyarakat tidak menggunakan petasan dikuatirkan munculnya korban lagi.

Dalam kesempatan terpisah Walikota Tri Rismaharini berharap agar pelaksanaan mudik dan balik lebaran bisa berlangsung lancar dan aman.Risma juga berharap agar saat balik lebaran warga Surabaya tidak mengajak serta sanak, family ataupun kerabatnya untuk tinggal dan menetap di Surabaya bilamana tidak ada tujuan pekerjaan yang jelas.Hal ini agar beban kota Surabaya tidak semakin berat seiring dengan semakin meningkatnya arus urbanisasi di kota ini.

   

KODAM V BRAWIJAYA TNI SIAP BENCANA ALAM

Mer, Sby - Bencana alam kapan saja bisa terjadi. Dengan kondisi itu, ansitipasi pun harus dilakukan sedini mungkin. Menyikapi kondisi pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana, Pangdam 5 Brawijaya Mayjend TNI Murdjito mengatakan, kodam 5 brawijaya sudah menyiapkan sedini mungkin.

Pasukan ini disiapkan di seluruh kodim. Dan di back up oleh pasukan batalion 500 ditambah pasukan batalion 516. Selain itu pasukan termasuk sarana prasarana guna penanggulangan bencana pun sudah disiapkan terutama didaerah rawan bencana.

"Kodim-kodim daerah rawan bencana sudah menyiapkan LCRnya", jelas Mayjend TNI Murdjito.

Hanya saja, kata Mayjend TNI Murdjito, sarana yang dimiliki belum ideal atau terbatas. Namun dengan dukungan empati masyarakat akan bisa membantu keterbatasan itu. Jatim memang dikenal sebagai daerah yang rawan bencana alam. Bencana tanah longsor biasanya terjadi di pegunguan sisi selatan Jatim. Sedangkan daerah bantaran sungai brantas dan bengawan solo biasa terkena banjir. Angin Puting beliung juga sering terjadi. (alam kusuma)

   

Page 1 of 68

Who's Online

We have 100 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami