TDL NAIK PENGARUHI INDUSTRI MENENGAH

Mer, Sby - Rencana pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik dan mengurangi subsidi BBM sepertinya bakal berimbas pada kelangsungan hidup industri kelas menengah. Biaya produksi yang tinggi akan sangat berat dirasakan para pengusaha di kelas ini. Setidaknya itulah kata pengamat ekonomi IBMT Internasional University Imam Wijoyo menyikapi rencana kebijakan pemerintah itu.

"Pengusaha akan pontang panting bila TDL naik terutama yang menengah. Pengusaha menengah ini sudah terlanjur mempunyai karyawan 50-100 orang. TDL naik, gaji naik maka mereka kesulitan bertahan", jelas Imam Wijoyo.

Tingginya biaya produksi semakin menyulitkan produk lokal bersaing dengan produk import khususnya dari China. Apalagi ditambah rendahnya daya beli masyarakat ditengah tingginya inflasi yang mungkin bakal terjadi. Sehingga membuat masyarakat kita akan memilih harga yang murah yang ditawarkan oleh China.

"Katanya Cintai produk Indonesia tapi jika biaya produksi tinggi maka sulit untuk bersaing untuk produk masal. Tapi kalau produk kerajinan akan lain karena produk handmade", sambung Imam Wijoyo.

Kebijakan ini selalu saja terulang. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan effisiensi produksi, sebelum mengeluarkan kebijakan semacam ini untuk melindungi produk lokal. Imam Wijoyo pengamat ekonomi IBMT Internasional University menegaskan, efisiensi itu terbantu dengan adanya sarana infrastruktur yang memadai dan menghapuskan pungli-pungli baik ditingkat birokrat hingga bawah. (alam kusuma)

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 80 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami