BISNIS KELUARGA RAWAN KONFLIK

Mer, Sby - Bisnis Keluarga di Indonesia sekarang masih dominan tapi rawan terjadi konflik. Setidaknya itulah menurut Patricia Susanto CEO The Jakarta Consulting Grup dalam sebuah seminar di Surabaya. Kalau berdasarkan penelitian selama ini, rata-rata suksesi kepemimpinan perusahaan keluarga ke generasi berikutnya cukup rapi.

Hanya saja banyak yang tidak mempersiapkannya jauh-jauh hari. Sehingga menyebabkan rawan terjadi konflik. Menurut Patricia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa dinilai lebih tinggi tingkat resiko terjadinya konflik saat suksesi dibandingkan perusahaan industri.

"Oleh karenanya suksesi dalam industri jasa perlu terencana. Yakni menyiapkan antisipasi kedepannya", terang Patricia Susanto CEO The Jakarta Consulting Grup.

Kunci supaya perusahaan keluarga berumur panjang adalah menyiapkan sedini mungkin regenerasi. Patricia Susanto menegaskan, perlu adanya  membuka dialog antar generasi. Yakni memberikan transparasi keadaan perusahaan kepada generasi selanjutnya. (alam kusuma)

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 102 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami