ARSITEK LOKAL BELUM DILINDUNGI

Mer, Sby - Di era pasar bebas seperti sekarang ini memungkinkan para pekerja profesional asing beraktifitas di Indonesia. Tidak terkecuali para arsitek asing. Tentu saja kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para arsitek domestik. Apalagi keberadaan mereka tidak dilindungi adanya Undang-Undang. Budi Sukarna salah satu ketua IAI mengatakan, Undang-Undang arsitek itulah yang sedang diperjuangkan Ikatan Arsitek Indonesia.

"Karena kita sudah menandatangani kesepakatan regional bahwa untuk fasilitas jasa pelayanan konstruksi itu lintas batas atau terbuka. Dimana ASEAN dan China bisa praktek diIndonesia. Jadi bagaimana melindungi arsitek kita agar bisa berpraktek dinegeri sendiri", jelas Budi Sukarna.

Hanya saja, kata Budi Sukarna, rancangan UU itu belum masuk program legislasi nasional. Jadi masih jauh dari harapan untuk di sahkan. Dewasa ini para arsitek ASEAN dan China mulai berekspansi ke Indonesia untuk memperluas jaringan usahanya. Tentu saja kondisi ini bisa mengancam eksistensi arsitek domestik.

Kemampuan dan kualitas arsitek dommestik, kata Budi Sukarna, tidak kalah dengan arsitek asing tapi harus diakui arsitek asing lebih unggul dari segi penguasaan tekhnologi. (alam kusuma)

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 88 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami