MUSIBAH TRONTON MAUT, DISHUB AKUI KECOLONGAN

Mer, Sby - Musibah kecelakaan tronton di Jalan Ahmad Yani hingga merenggut korban jiwa memunculkan keprihatinan banyak pihak. Disaat musibah kecelakaan terus menerus terjadi, tronton maut di Ahmad Yani menambah panjang daftar kecelakaan melibatkan kendaraan besar dalam sepekan terakhir ini.

Terkait musibah tronton tersebut, dishub Surabaya mengakui, lepas pengawasan karena diduga kuat adanya kelengkapan pengaman kontainer yang tidak dipenuhi. Selain itu selama ini pengawasan di jalan untuk angkutan kontainer belum bisa dilakukan akibat keterbatasan personil pengawasan.

Menurut Edi plt kadishub Surabaya, ke depan razia akan lebih diintensifkan terutama untuk kendaraan besar dan angkutan umum. Selama ini pelaksanaan razia untuk kendaraan besar memang harus dilakukan secara bersama sama dengan instansi lain.

"Tronton itu laik jalan dan hari ini (Kamis, 16/02) habis masa ijinnya yang terdaftar didishub. Namun untuk kereta tempelnya kami mohon maap sudah habis masa ijinnya di Jakarta sejak Agustus 2011 tapi tidak terdaftar di kita lalu. Ini pelanggaran, untuk kita akan adakan operasi gabungan periksa kelaikan jalan", terang Edy.

Tentang kemungkinan proses uji kelayakan yg kurang berjalan dengan cermat, Edi membantah sebab tronton yang mengalami musibah setelah diteliti masih laik jalan hanya saja untuk pengujian kereta tempelnya telah kadaluarsa. Selain itu diduga adanya kelalaian pengemudi yang tidak menempatkan fungsi rem sesuai standart yang benar. Dimana sopir truk tronton itu tidak menyambungkan selang rem hightracktornya dengan benar sehingga rem belakang menjadi blong.

Sementara itu menyinggung soal beban jalan Ahmad Yani yang sudah semakin padat dengan arus kendaraan dan realita dampak kecelakaan seperti kemaren yang mengakibatkan arus lalin lumpuh disikapi dewan dengan mendesak pemkot untuk segera realisasikan frontage road secara menyeluruh.

Menurut Reni Astuti anggota Komisi C DPRD Surabaya, selama ini pemkot terkesan lamban dalam penyelesaian frontage itu padahal kebutuhannya cukup mendesak. (wahyu nugroho)

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 100 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami