SUSAH CARI PARKIR DI SURABAYA

Mer, Sby - Mencari tempat parkir di Surabaya sekarang ini susahnya bukan main. Apalagi pemerintah Kota Surabaya saat ini sudah melarang parkir di pedistrian. Ditengah susahnya mencari lahan parkir, pedistrian memang selama ini kerap jadi alternatif solusi untuk parkir. Meskipun idealnya untuk pejalan kaki.

Susahnya mencari lahan parkir dikeluhkan sebagian besar warga kota. Idealnya setiap tempat publik harus menyediakan lahan parkir. Tapi ternyata tidak demikian. Kondisi ini juga di keluhkan warga kota. Menyikapi kurangnya lahan parkir di Surabaya. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur Tejo Suryono mengatakan, model bangunan super blok mungkin bisa jadi solusi.

"Dibangun parkir superblok sehingga parkir bersama-sama yakni mengabung parkir dari bangunan-bangunan yang ada disekitar itu. Sehingga tidak ada parkir dilahan kosong", kata  Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur Tejo Suryono.

Tejo Suryono menambahkan, pihaknya mendorong pemerintah kota maupun pengusaha property supaya bisa merealisasikan solusi pembangunan parkir superblock ini. (alam kusuma)

 

PEMBANGUNAN PASAR TURI TERGANJAL PEDAGANG TPPK

Mer, Sby - Proses pembangunan kembali gedung Pasar Turi oleh PT Gala Megah Investment tampaknya masih akan mengalami ganjalan. Hal ini terutama menyangkut kesepakatan dengan pihak pedagang. Para pedagang yang tergabung dalam TPPK (Tim pemulihan pasar turi pasca kebakaran) yang diketuai Arif Budiman tetap menyatakan menolak pembayaran uang muka atau pendaftaran Rp 5 juta.

Pedagang ingin ada dana talangan dari pemkot untuk hal ini. Mereka juga menyatakan menolak menyerahkan buku stand kepada investor sebagai tanda jaminan. Sejauh ini mereka siap melakukan aksi turun ke jalan untuk menyuarakan kembali aspirasi mereka. Pedagang juga tak mengakui adanya pembangunan pasar turi hingga persoalan ini selesai.

Sementara itu Muchlas Udin Asisten II pemkot Surabaya selaku ketua tim pemkot untuk pembenahan pasar turi menyatakan, upaya mencari kesepakatan sudah dilakukan. Terkait penolakan pembayaran 5 juta itu, Muchlas Udin menyatakan sejauh ini sudah ada pembicaraan dimana pembayaran itu dihitung sebagai bagian dari cicilan. Tentang keinginan agar pemkot memberikan dana talangan sejauh ini masih belum bisa diputuskan, mengingat cantolan payung hukum untuk hal itu belum ada.

Pihak investor PT Gala Megah Invesment ketika melakukan hearing dengan dewan melalui direkturnya Junaedi menyatakan, apa yang menjadi kebijakan PT Gala ini masih dalam batas kewajaran untuk memastikan komitmen dari pihak pedagang. Pihaknya telah berupaya memberikan pengertian ke pedagang.

"Semenjak serah terima lahan kewenangan mutlak ada ditangan PT Gala. Cara pembayaran dan sebagainya. Dalam hal ini PT Gala mengikuti aturan pemkot. Kami memberikan garansi pada perbankan soal ini", terang Junaedi.

Sejauh ini persoalan antara pedagang yang tergabung dalam TPPK dan investor pembangunan masih belum ada titik temu. (wahyu nugroho)

   

TIGA TAHUN KINERJA, KARSA DINILAI TELAH PRO RAKYAT

Mer, Sby - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Saifulah Yusuf atau dikenal dengan sebutan Karsa dalam pemilihan Gubernur lalu hari ini telah memasuki tahun ketiga pemerintahannya. PDI-P Jatim sebagai partai pemenang keduanya dalam pemilu kepada daerah Jatim tahun 2009 kemarin dan tidak ikut mengusung pasangan Karsa dalam pilgub tiga tahun lalu memuji kinerja Karsa sampai tahun 3 ini.

Ketua DPD PDI-P Jatim yang juga wakil ketua DPR propinsi Jatim Sirmadji bahkan berani menilai, jika janji Karsa pro rakyat telah berjalan sampai tahun ketiga ini. Banyak program yang menyentuh rakyat yang sudah dilakukan Karsa sampai tahun ketiga ini.

"Secara umum Karsa selama tiga tahun ini sudah on the right track sesaui kampanyenya yang pro rakyat. Cnntohnya mengembangkan jaring Kesra diluar fungsi dan program-program pemerintah. Termasuk UMK Jatim yang benar-benar berbasis aturan. Tingkat kemiskinan turun dan jaminan kesehatan bagi warga miskin. Beras dan garam impor dilarang masuk Jatim", terang Sirmadji wakil ketua DPR propinsi Jatim.

Namun PDI-P meminta agar memasuki persiapan pilkada 2013 mendatang Karsa tidak terpengaruh. Dan Karsa harus tetap menjalankan janjinya kepada rakyat sampai tahun 2014.

Sirmadji ketua PDI-P Jatim juga mengatakan, ada yang harus menjadi perhatian Karsa di dua tahun terakhir masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Yakni bagimana merealisasikan pembangunan infrastruktur daerah dalam peningkatan perekonomian rakyat dan penyelesaian jalan kawasan porong yang menjadi pintu masuk Jatim kawasan Timur. Serta yang tidak kalah penting bagaimana pemerataan pembangunan di Jatim dilakukan sehingga tidak muncul disparitas wilayah. (arie sb)

   

KESADARAN LESTARIKAN CAGAR BUDAYA MASIH RENDAH

Mer, Sby - Kesadaran masyarakat untuk melestarikan benda cagar budaya ternyata masih jauh dari harapan. Benda cagar budaya dengan mudah di perjual belikan. Hanya berbekal uang Rp 6 juta saja mungkin anda bisa berburu arca asli peninggalan zaman Hindu Budha di Trowulan Mojokerto. Johan kolektor benda cagar budaya mengkritisi, kalau kondisi ini akibat kurangnya edukasi ke masyarakat.

"Masyarakat bisa memiliki benda cagar budaya asalkan mendaftarkan ke BP3 Trowulan. Ini yang tidak diketahui masyarakat. Selain juga faktor tekanan ekonomi turut mendorong sikap mereka", kata Johan kolektor benda cagar budaya.

Sudah banyak benda cagar budaya yang hijrah keluar negeri karena dijual. Seperti koleksi benda cagar budaya di museum di Belanda yang lebih banyak dibandingkan museum yang ada di Indonesia sendiri. Jika ini dibiarkan, kata Johan, maka dikuatirkan menghilangkan jati diri bangsa.

Lalu bagaimana dengan peran pemerintah. Pemerintah menurut Johan sudah berupaya maksimal. Yang paling penting adalah peran dari masyarakat supaya sadar untuk melestarikan benda cagar budaya.

"Memang ada UU cagar budaya No 11 tahun 2010 tetapi belum optimal. Saya melihat masyarakat yang menemui benda cagar budaya cenderung merusaknya atau menjualnya", sambung Johan kepada 96 FM Mercury. (alam kusuma)

   

ABG KORBAN TRAFFICKING MENGADU KE DEWAN

Mer, Sby - Belasan gadis remaja belia berusia belasan tahun siang kemarin (8/02) mendatangi Komisi D DPRD Surabaya. Didampingi oleh LSM peduli anak dan perempuan serta Hotline Surabaya, mereka mengadu ke anggota Komisi D atas nasib dan masa depan para ABG ini yang telah menjadi korban trafficking maupun pergaulan bebas salah arah.

Bahkan dua diantara 13 ABG ini tengah mengandung saat menceritakan pengalamannya dan apa yang telah dialaminya ke komisi D DPRD Surabaya. Salah satunya N remaja 17 tahun yang terjerumus dalam pekerjaan penjaga warung plus plus, ketika masih duduk di bangku sekolah hingga masa depannya terenggut karena harus hamil di usia yang masih belia. N bahkan kini sudah putus sekolah.

"Pekerjaan diwarung itu ternyata melecehkan. Mulanya dipacari kemudian saya diberi minuman hingga sekarang saya menjadi seperti ini", terang N di gedng DPRD Surabaya.

Para Abg ini berharap agar ada perhatian serius lagi dari pemerintah mengingat masih banyak kasus-kasus serupa dengan mereka. Anak remaja yang harus kehilangan masa depan akibat menjadi korban dari pergaulan bebas,tindak trafficking ataupun eksploitasi anak yang tak jarang kemudian semakin menjerumuskan mereka ke dalam masalah prostitusi.

Isa Anshori direktur lembaga Hotline Surabaya yang peduli masalah anak dan perempuan itu menyatakan, ada 82 anak yang sebagian besar dari Surabaya yang kini tengah dalam penanganan lembaga ini terkait persoalan eksploitasi hingga kasus trafficking. Isa berharap agar ada perhatian lebih serius dari semua pihak baik orang tua maupun pemerintah agar nasib anak generasi penerus bangsa tidak semakin buruk.

"Akibat pergaulan bebas akan menjerumuskan anak-anak kita. Cukup terjadi pada anak-anak ini. Mereka sekarang ingin hidup normal seperti anak-anak lainnya. Jangan sampai ada korban-korban seperti mereka", kata Isa Ashori.

Sementara itu Baktiono Ketua Komisi D DPRD Sby menegaskan, akan segera mengundang sejumlah pihak terkait penanganan masalah ABG itu. Pemkot Surabaya kata Baktiono, harus mengintensifkan lagi pengawasan terhadap para remaja dan pelajar agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang negatif yang bisa merusak moral. Selain itu peran BP di sekolah harus lebih diberdayakan lagi. (wahyu nugroho)

   

Page 4 of 68

Who's Online

We have 56 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami