RISMA AKAN TERTIBKAN REKLAME

Mer, Sby - Setelah banyak disorot Pemkot Surabaya lamban dalam penertiban reklame-reklame yang melanggar aturan. Kini alur birokrasi penertiban bakal disederhanakan. Prosedur penertiban reklame diakui Asisten I Sekkota Surabaya Hadi Siswanto terlalu lama dan berbelit. Imbasnya, pelaksanaan penertiban menjadi lamban. Prosedur panjang inilah yang perlu segera dipangkas.

Hadi menjelaskan, selama ini penertiban reklame diawali dari kajian tim reklame terlebih dahulu. Setelah itu laporan disampaikan kepada Asisten II Sekkota. Hasil laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Asisten I Sekkota untuk diterbitkan surat perintah bongkar.

Model birokrasi inilah kata Hadi, yang tidak begitu efektif. Padahal seharusnya, surat perintah bongkar cukup dikeluarkan oleh tim reklame dengan sepengetahuan Asisten II Sekkota saja tanpa harus lewat Asisten I Sekkota. Rencana itu kata Hadi, sudah dirapatkan dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain. Bahkan rencana pemangkasan birokrasi ini sudah disampaikan kepada bagian hukum untuk dilakukan perubahan peraturan wali kota (Perwali).

Sebelumnya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga menyampaikan komitmennya dalam melakukan penertiban. Untuk mengantisipasi kebocoran misalnya, Risma mengaku, tengah mendata daftar wajib pajak reklame yang sedang menunggak. Mereka inilah yang akan ditagih utangnya. Termasuk, para wajib pajak yang bertahun-tahun tidak memenuhi kewajibannya.

Selain itu, kata Risma, pemkot akan menertibkan semua reklame yang tidak berizin. Termasuk, reklame yang melanggar. Untuk itu reklame yang melanggar wajib mematuhi aturan yakni dengan menyesuaikan ukurannya. Atau membayar pajak sesuai dengan ukuran reklamenya. Sehingga tingkat kebocoran pajak dapat ditekan.

"Sebentar lagi saya akan menertibkan reklame-reklame itu, tunggu saja yah", ungkap Tri Rismaharini, Sabtu (23/10).

Sementara itu Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Surabaya, Hanura Kelana Iriano mengaku tidak masalah dengan perubahan tersebut. Apalagi selama ini pihaknya hanya sebatas eksekutor saja. (sul/why)

 

PONSEL BISA CELAKA LALU LINTAS

Mer, Sby - Kemajuan teknologi komunikasi terutama telpon seluler atau handphone saat ini memang sangat memudahkan komunikasi kita sehari-hari. Tapi jika tidak hati-hati menggunakannya akan bisa berakibat fatal. Menggunakan handphone saat berkendara menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu-lintas. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Jl Kenjeran Surabaya.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil dan 2 sepeda motor. 1 diantara pengemudi sepeda motor meninggal dunia. Aiptu Eko Ferianto penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, kecelakaan itu akibat pengemudi mobil yang lalai. Pengemudi yang dijadikan tersangka dalam kasus ini baru tertangkap beberapa hari lalu. Kasus itu terkuak dari rekaman kamera CCTV milik SPBU Jl Kenjeran.

"Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.30 wib. Saat itu pengemudi mobil keluar dari SPBU tanpa memperhatikan arus lalu lintas didepannya sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan dua kendaaran sepeda motor dari arah Barat ke Timur", terang Aiptu Eko Ferianto, Kamis (21/10).

Peristiwa itu sendiri terjadi pada 7 September 2010. Melalui CCTV SPBU diketahui nopol mobil APV warna biru metalik tersebut. Selain itu juga diketahui, pengemudi mobil Suzuki APV itu tengah sibuk memakai HP sebelum terjadi kecelakaan. Setelah mengetahui menabrak, pengemudi mobil bukannya berhenti malah kabur.

Larangan mengemudi sambil menelpon, sebenarnya sudah diatur dalam UU Lalu Lintas yang baru No 22 tahun 2009. Pengemudi yang bandel bisa diberikan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu. Larangan menyetir sambil menggunakan handphone juga sudah diberlakukan di negara-negara lain. Bahkan, beberapa negara memberlakukan larangan yang lebih keras yaitu pengendara dilarang menerima handphone sekalipun menggunakan handsfree.

Sekitar dua tahun lalu, pemerintah Inggris menaikkan denda dua kali lipat bagi pelanggaran menyetir sambil menerima atau menggunakan handphone. Denda itu naik dari 30 poundsterling menjadi 60 poundsterling. Di negara-negara itu, larangan menyetir sambil memakai handphone dikeluarkan karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi menyetir sambil memakai handphone.

Menurut para ahli, konsentrasi pengemudi akan terpecah kalau ia menyetir sambil menerima handphone. Konsentrasi yang terbagi ini bisa membuat si pengemudi lengah, sehingga kurang memperhatikan jalan dan memperbesar terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, kata Aiptu Eko Ferianto, jangan mempergunakan handpone saat mengemudi. Lebih baik berhenti dari kendaraan guna menghindari kecelakaan bagi dirinya atau orang lain. (sul/lam)

   

DUTA ASING WARNAI INDONESIA CHANNEL

Mer, Sby - Walikota Tri Rismaharini apresiasi hasil seni lukis para duta asing di Indonesian Channel. Risma, Kamis (21/10), membuka pagelaran pentas seni dan budaya dari para peserta Indonesian Channel 2010. Mereka berasal dari 31 negara menuangkan karya seni dan budaya Indonesia yang telah mereka pelajari selama kurang lebih 3 bulan sejak tinggal di beberapa kota di Indonesia.

Pada pembukaan Indonesian Channel kemarin ditandai dengan pameran seni lukis karya 9 seniman dari beberapa negara. Diantaranya Amerika, Korea, Australia, Italia, Spanyol, Papua New Guena serta Afrika yang digelar di Gedung Balai Pemuda. Beberapa hasil lukisan menurut Risma, mencirikan karakter kota Surabaya. Oleh karena itu, melalui ajang Indonesian Channel diharapkan bisa meningkatkan promosi Surabaya kepada dunia luar.

"Mereka ada yang di Bandung, Bali, Malang maupun Yogya. Saya melihat yang paling menonjol karakternya Surabaya. Mereka mengatakan akan mengenalkan Surabaya dengan memorinya ke teman maupun keluarga di negaranya", kata Risma kepada 96 FM Mercury.

Beberapa peserta mengaku terkesan dengan budaya Indonesia yang beragam. Salah satunya Giulia Panfili seniman lukis dari Roma Italia, yang menuangkan karya seni abstrak "dalang yang memainkan wayang topeng". Menurutnya, karyanya itu merupakan sebuah gambaran unik dari kebudayaan di Indonesia.

Guilia yang sebelumnya sempat belajar di Unesa di Fakultas Bahasa dan Seni mengaku kagum dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Dirinya merasa interst dan comfortable selama belajar di Indonesia terutama di Malang. Orang Indonesia, kata Guilia, terutama wanitanya sangat welcome. Bahkan suatu saat dirinya ingin kembali belajar kembali ke Indonesia. (sul/why)

   

Page 68 of 68

Who's Online

We have 51 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami