Hukum dan Politik

FRAKSI DEMOKRAT TUNTUT REPOSISI BANMUS

Mer, Sby - Rapat paripurna DPRD Surabaya yang sejatinya mengesahkan tiga draft raperda sempat berlangsung ricuh. Hal ini dipicu protes sejumlah anggota Fraksi Demokrat terhadap Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana  yang tidak segera memproses reposisi keanggotaan fraksi dan banmus yang telah lama diajukan oleh Fraksi Demokrat.

Tengara paripurna itu bakal menjadi ramai sebenarnya telah terlihat sejak awal, saat paripurna akan dimulai. Itu setelah Wisnu Wardhana mengusir dua orang yang kebetulan adalah kader Demokrat yang ikut hadir dalam ruang rapat paripurna. Diantaranya Junianto Wahyudi atau Masteng Sekretaris Dewan Pertimbangan Demokrat Jatim, bersama Fatkhul Hadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Demokrat Jatim.

Mereka diusir oleh Wisnu dengan alasan tak termasuk undangan dan dianggap tak berkepentingan dalam paripurna. Atas pengusiran itu, Masteng menyatakan akan membawa masalah ini ke internal partai. Dirinya menganggap pengusiran itu sebagai bentuk arogansi Wisnu Wardhana yang selama ini santer terdengar yang menurutnya kini ternyata terbukti benar.

"Paripurna ini terbuka, seharusnya tidak pantas kita diusir. Saya tidak tahu kenapa diusir. Apakah karena kita pengurus Demokrat Jatima atau faktor lain", kata Masteng, Selasa (22/03).

Pasca pengusiran itu rapat paripurna berjalan lancar. Namun pada saat menjelang penutupan terjadi interupsi dari anggota Fraksi Demokrat. Salah satunya Rusli Yusuf yang disebut sebagai calon ketua fraksi pengganti Irwanto Limantoro ketua fraksi demokrat sebelumnya. Rusli mempertanyakan nasib reposisi kenggotaan Fraksi Demokrat dan juga keanggotaan di banmus sesuai dengan amanah induk partai DPC Partai Demokrat Surabaya. Hal ini dipertanyakan oleh Rusli karena hingga kini tak ada tanggapan dan realisasi dari ketua dewan.

Namun protes itupun tak digubris oleh Wisnu Wardhana yang juga pimpinan sidang ketika itu. Dia beralasan materi protes tak berkaitan dengan materi yang tengah diparipurnakan. Akibatnya terjadi kegaduhan anggota yang protes berteriak keras karena tak ditanggapi Wisnu Wardhana.

Usai rapat Rusli Yusuf kembali menyatakan alasannya mengajukan protes di tengah sidang. Yang mana selama ini ketua dewan tak juga memproses masalah reposisi fraksi dan banmus sesuai perintah partai. Menurutnya, sikap ketua DPRD tersebut terhadap dua orang warga masyarakat yang ingin meninjau jalannya paripurna adalah tindakan tidak benar. Namun dirinya juga menyatakan maafnya karena sempat membuat kegaduhan dalam rapat paripurna tersebut.

"Saya mohon maaf karena membuat paripurna sempat terhambat. Tapi bukan samasekali tidak ada upaya menghambat tapi ini upaya protes kami terhadap pimpinan", terang Rusli Yusuf.

Sementara itu Wisnu Wardhana seusai rapat paripurna langsung meninggalkan ruangan rapat tanpa mau berkomentar. (wahyu nugroho)

 

INTERNAL GERINDRA JATIM KISRUH

Mer, Sby - Belasan massa, Senin (7/03), mendatangi kantor DPD Gerindra Jawa Timur di Kupang Baru Surabaya. Kedatangan mereka itu untuk melakukan aksi demo terkait kinerja kepengurusan DPD Gerindra Jatim. Mereka mengaku berasal dari 14 DPC Gerindra yang ada di Jatim.

Salah satunya Habib Yahya sekretaris DPC Gerindra Situbondo, yang menyatakan aksi mereka guna menggugat kinerja Pjs Ketua Gerindra Jatim Suprianto dan sekretarisnya Haris Sugiarto yang dianggap telah menyalahi aturan organisasi. Salah satunya terkait perintah revitalisasi sejumlah DPC yang ternyata diindikasikan telah disalahgunakan oleh Pjs ketua Gerindra Jatim untuk menempatkan orang-orangnya.

"Sekretaris DPD pernah mengatakan ada jual beli dalam penempatan pengurus DPC di daerah-daerah", kata  Habib Yahya kepada wartawan.

Belasan massa yang emosi nyaris melakukan perusakan tatkala keinginan mereka bertemu dengan pjs ketua maupun sekretaris tak terpenuhi. Namun aksi mereka akhirnya mereda dan massa hanya melakukan penyegelan saja terhadap kantor Gerindra Jatim. Habib Yahya menegaskan, aksi mereka akan berlanjut dengan upaya hukum dan melaporkan masalah ini ke DPP Gerindra.

Sementara itu pjs wakil sekretaris DPD Gerindra Jatim Hari Adji Sutomo yang ada di tempat mengaku tidak tahu menahu persoalan seperti disampaikan oleh massa pendemo. Tapi dirinya mendukung atas penyelesaian persoalan ini. (wahyu nugroho)

   

INTERNAL GERINDRA JATIM KISRUH

Mer, Sby - Belasan massa, Senin (7/03), mendatangi kantor DPD Gerindra Jawa Timur di Kupang Baru Surabaya. Kedatangan mereka itu untuk melakukan aksi demo terkait kinerja kepengurusan DPD Gerindra Jatim. Mereka mengaku berasal dari 14 DPC Gerindra yang ada di Jatim.

Salah satunya Habib Yahya sekretaris DPC Gerindra Situbondo, yang menyatakan aksi mereka guna menggugat kinerja Pjs Ketua Gerindra Jatim Suprianto dan sekretarisnya Haris Sugiarto yang dianggap telah menyalahi aturan organisasi. Salah satunya terkait perintah revitalisasi sejumlah DPC yang ternyata diindikasikan telah disalahgunakan oleh Pjs ketua Gerindra Jatim untuk menempatkan orang-orangnya.

"Sekretaris DPD pernah mengatakan ada jual beli dalam penempatan pengurus DPC di daerah-daerah", kata  Habib Yahya kepada wartawan.

Belasan massa yang emosi nyaris melakukan perusakan tatkala keinginan mereka bertemu dengan pjs ketua maupun sekretaris tak terpenuhi. Namun aksi mereka akhirnya mereda dan massa hanya melakukan penyegelan saja terhadap kantor Gerindra Jatim. Habib Yahya menegaskan, aksi mereka akan berlanjut dengan upaya hukum dan melaporkan masalah ini ke DPP Gerindra.

Sementara itu pjs wakil sekretaris DPD Gerindra Jatim Hari Adji Sutomo yang ada di tempat mengaku tidak tahu menahu persoalan seperti disampaikan oleh massa pendemo. Tapi dirinya mendukung atas penyelesaian persoalan ini. (wahyu nugroho)

   

TANGANI TERORIS TAK CUKUP AKSI MILITER

Mer, Sby - Pembahasan masalah Counter Terorism Maritime Security dan Peacekeeping Operation menjadi isu sentral, dalam pertemuan pertama dialog keamanan Asean yang kini tengah berlangsung di Surabaya. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Strahan Kemhan) Mayjen TNI Puguh Santoso, Kamis (24/02), kepada wartawan di sela sidang ADSOM WG (Asean Defense Senior Officials Meeting Working Group ) dan ADSOM WG PLus di Sheraton Hotel Surabaya.

Pertemua itu melibatkan para pejabat senior bidang pertahanan Negara ASEAN dan negara mitra ASEAN seperti Amerika Serikat, Australia, Rusia, China, Jepang, Korsel, India dan New Zealand. Kebijakan baru penanganan masalah terorism, menurut Mayjend Puguh Santoso yang juga leader forum ini, nantinya akan menjadi salah satu bahan yang direkomendasikan dalam forum pertemuan antar menteri pertahanan ASEAN atau ADMM (Asean Defense Minister Meeting) pada bulan Mei nanti.

Mayjend Puguh Santoso Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI menyatakan, counter terorism adalah masalah dunia. Penyelesaian terorism masing-masing negara memiliki strategi berbeda, tapi bagi Indonesia tidak hanya dengan cara militer. Semua komponen yang menangani terorism harus menjadi satu kesatuan kebijakan strategi.

"Termasuk masalah radikalisme yang tidak bisa dihadapi secara militer. Wilayah ini harus diisi dengan edukasi melalui pendidikan agama. Bahkan mungkin informal leader pun harus memiliki rasa tanggung jawab. Kita mempunyai badan nasional terorism", terang Mayjend Puguh Santoso.

Lebih lanjut Mayjend Puguh Santoso berharap, hasil dialog antar pejabat senior pertahanan ini akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya. Selain persoalan terorism masalah lain yang dibahas adalah kegiatan Peace Keeping Operation yang kini tengah dipersiapkan di area pemusatan latihan di kawasan Sentul. Lahan seluas 200 Ha telah dipersiapkan sebagai tempat latihan pasukan perdamaian sebelum berangkat bertugas. Selama ini diakui keberadaan sarana dan prasarana pelatihan bagi pasukan perdamaian dan keamanan ini belum tersedia. (wahyu nugroho)

   

RTMC DIPASANG DI 144 TITIK PANTAU KEAMANAN DI JATIM

Mer, Sby - Anda mungkin pernah menyaksikan beberapa film action produksi Hollywood misalnya Conspiracy yang mempertontonkan bagaimana pengungkapan kasus kejahatan melalui rekaman kamera yang dikendalikan oleh kantor pusat kepolisian. Sekarang Polda Jawa Timur sudah mempunyai perangkat seperti itu. RTMC namanya, yakni Regional Traffic Management Centre. RTMC merupakan pusat pengendali pantauan situasi lalu-lintas di sejumlah ruas jalan yang sudah terpasang kamera pemantau.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Sam Budi Gusdian mengatakan, kamera pemantau ini tidak hanya di pasang di ruas jalan Surabaya tapi juga di sejumlah kota di Jatim. Sejauh ini baru 144 titik yang telah dipasang RTMC. Untuk Surabaya sendiri terdapat 69 titik. Selebihnya berada di Sidoarjo, Malang, Nganjuk, Gresik dan Tulungagung termasuk milik Mabes Polri di penyeberangan Ketapang Banyuwangi.

Kamera ini sangat membantu tugas aparat polisi. Misalnya memantau  oknum aparat yang sering melakukan pungli. Atau menangkap pelaku tabrak lari, dengan merekam kejadian lalu, mengetahui plat nomor kendaraan pelaku. Dari situlah identitas pelaku bisa diketahui. Sebenarnya RTMC tidak hanya untuk fungsi lalu lintas. Bisa juga membantu mengungkap kasus-kasus kriminal, dan inilah yang sedang dikembangkan kepolisian.

"Sudah ada permintaan dari kalangan industri, pertokoan, dan pemukiman untuk dipasang kamera agar bisa dimonitor kepolisian. Kita sudah menyusun dan menyiapkan segala sesuatunya untuk memenuhi permintaan masyarakat luas bukan hanya sekedar lalulintas", terang Sam Budi Gusdian, Sabtu (19/02).

RTMC ini  bakal diresmikan Kapolri pada Senin (21/02) besok. Meski demikian, sebelum diresmikan RTMC sudah beroperasional. Program RTMC merupakan hasil kerjasama antara Polda Jatim dan Pemprov Jatim selaku penyandang dana. Tentu saja dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Tapi kalau dibandingkan dengan nilai yang didapat, jauh lebih bermanfaat. Setidaknya itulah yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo setelah meninjau RTMC sebelum diresmikan, Sabtu (19/02).

Menurut Soekarwo, RTMC bisa dijadikan sarana untuk mengontrol kehidupan sosial masyarakat supaya lebih tertib. "Output yang luar biasa adalah rekayasa sosial yang tidak hanya semata normatif dan perundangan. Mengubah perilaku seperti ini sangat cerdas". (alam kusuma)

   

Page 10 of 17

Who's Online

We have 91 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami