TAKUT KURANG, KOMISI D ALOKASIKAN ANGGARAN PASIEN MASKIN BERLEBIH

Mer, Sby - Komisi D DPRD Surabaya mencermati pengalokasian anggaran bagi pasien maskin untuk tahun 2012. Hal ini menyusul adanya peristiwa sempat tidak terlayaninya pasien Gakin (keluarga miskin) non kuota akibat anggaran kurang seperti yang terjadi akhir tahun kemarin. Pun demikian adanya kasus habisnya stok obat bagi maskin di RS BDH (Bakti Darma Husada) sejak sebulan terakhir ini.

Untuk RS BDH di Benowo itu misalnya pihak Komisi D bakal mengganggarkan obat obatan hingga asumsi 18 bulan kedepan. Menurut Baktiono ketua Komisi D DPRD Surabaya, dalam perangkaan anggaran untuk tahun 2012 ini Komisi D sepakat atas penganggaran bagi maskin agar lebih ditingkatkan dibanding tahun kemarin.

Sedangkan untuk kasus RS BDH terkait kurangnya stok obat bagi maskin, Komisi D telah menganggarkan tahun ini hampir dua kali lipatnya. Kejadian di RS BDH, menurut Baktiono, karena penganggaran yang kurang tepat sehingga jumlah obat yang disediakan tak bisa mencukupi hingga satu tahun. Akibatnya untuk sementara ini hingga APBD digedhok, pasien maskin di RS BDH tak bisa terlayani obatnya.

"Ini memprihatinkan DPRD kenapa penganggaran obat tidak cukup tahun kemarin. Termasuk pembelian alat-alat kesehatan tidak terbelanjakan padahal ada dananya. Untuk itu tahun 2012 kita minta segera dilelang. Akibat tidak ada alat-alat itu membuat pasien dirujuk ke RSU Dr Soetomo", terang Baktiono.

Tak hanya untuk obat obatan, penambahan anggaran juga dialokasikan guna pengadaan peralatan baru seperti alat untuk cuci darah dan kemoterapi yang masing masing RS yakni RS BDH dan RS Soewandi untuk tahun ini juga ikut ditambahkan. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi pasien yang harus dirujuk ke RS milik pemprop dan cukup dilayani di RS milik pemkot saja. (wahyu nugroho)

 

TAKUT KURANG, KOMISI D ALOKASIKAN ANGGARAN PASIEN MASKIN BERLEBIH

Mer, Sby - Komisi D DPRD Surabaya mencermati pengalokasian anggaran bagi pasien maskin untuk tahun 2012. Hal ini menyusul adanya peristiwa sempat tidak terlayaninya pasien Gakin (keluarga miskin) non kuota akibat anggaran kurang seperti yang terjadi akhir tahun kemarin. Pun demikian adanya kasus habisnya stok obat bagi maskin di RS BDH (Bakti Darma Husada) sejak sebulan terakhir ini.

Untuk RS BDH di Benowo itu misalnya pihak Komisi D bakal mengganggarkan obat obatan hingga asumsi 18 bulan kedepan. Menurut Baktiono ketua Komisi D DPRD Surabaya, dalam perangkaan anggaran untuk tahun 2012 ini Komisi D sepakat atas penganggaran bagi maskin agar lebih ditingkatkan dibanding tahun kemarin.

Sedangkan untuk kasus RS BDH terkait kurangnya stok obat bagi maskin, Komisi D telah menganggarkan tahun ini hampir dua kali lipatnya. Kejadian di RS BDH, menurut Baktiono, karena penganggaran yang kurang tepat sehingga jumlah obat yang disediakan tak bisa mencukupi hingga satu tahun. Akibatnya untuk sementara ini hingga APBD digedhok, pasien maskin di RS BDH tak bisa terlayani obatnya.

"Ini memprihatinkan DPRD kenapa penganggaran obat tidak cukup tahun kemarin. Termasuk pembelian alat-alat kesehatan tidak terbelanjakan padahal ada dananya. Untuk itu tahun 2012 kita minta segera dilelang. Akibat tidak ada alat-alat itu membuat pasien dirujuk ke RSU Dr Soetomo", terang Baktiono.

Tak hanya untuk obat obatan, penambahan anggaran juga dialokasikan guna pengadaan peralatan baru seperti alat untuk cuci darah dan kemoterapi yang masing masing RS yakni RS BDH dan RS Soewandi untuk tahun ini juga ikut ditambahkan. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi pasien yang harus dirujuk ke RS milik pemprop dan cukup dilayani di RS milik pemkot saja. (wahyu nugroho)

   

4000 TKI JATIM DIINDIKASIKAN TERINVEKSI VIRUS HIV-AIDS

Mer, Sby - Dinas Tenaga kerja Propinsi Jawa Timur mengeluarkan data yang cukup mengagetkan terkait peredaran virus HIV-AIDS. Dimana Disnakertrans Jatim mengeluarkan data sebanyak 4000 TKI Jatim yang saat ini sedang berada diluar negri dari total puluhan ribu TKI diindikasikan terinveksi virus HIV-AIDS. Munculnya data tersebut membuat kaget kalangan DPRD Jatim mengingat saat ini Jatim memiliki peraturan daerah (Perda) perlindungan TKI yang ternyata masih kecolongan dengan adanya data itu.

Kuswiyanto anggota komisi E yang juga ketua Fraksi PAN DPRD Jatim mengatakan, data tersebut cukup menggagetkan. Untuk itu pihaknya akan meminta kepada kepala disnakertrans serta instansi terkait yakni kesehatan untuk melakukan penelitian secara intensiv bila data itu benar. Apakah TKI itu terinfeksi dari mancanegara atau dari daerah setempat.

"Ini penting karena penyakit ini ibarat gunung es. Jika benar 4000 terindikasi lalu bagaimana yang tidak terindikasi. Ini benar-benar fenomena gunung es yakni mengerikan dan membahayakan. Oleh karena itu TKI harus benar-benar waspada dan pengiriman keluar negeri maupu kepulangannya ke dalam negeri diperketat soal penyakit mematikan ini. Harus dicek mereka dengan bekerjasama dengan rumah sakit, " kata Kuswiyanto.

Dikatakan Kuswiyanto yang juga tercatat sebagai sekretaris DPW PAN Jatim, pihaknya meminta agar Gubernur Jatim segera mengambil langkah-langkah strategis terkait data tersebut. Bila tidak maka peredaran virus yang mematikan ini akan semakin merajalela di Jatim yang saat ini kondisi jatim menjadi daerah dengan kasus terbesar peredaran virus HIV-AIDS se Indonesia. (arie sb)

   

MINUM AIR PUTIH LEBIH BANYAK DARIPADA SUPLEMEN


Mer, Sby - Ditengahnya gencarnya iklan diberbagai media ditambah maraknya minuman suplemen atau ekstrak, masyarakat dihimbau berhati-hati mengkonsumsinya. Karena jika berlebihan bisa menganggu kesehatan. Pasalnya, kalori yang terkandung dalam fluktosa diminuman suplemen atau ekstrak bisa memicu kegemukan.

Prof Hardiansyah Pakar Gizi Masyarakat IPB Bogor mengatakan kegemukan merupakan sumber dari berbagai penyakit. "Bisa kena diabet, jantung koroner, hingga kanker. Memang tidak seketika tapi puluhan tahun kedepan. Penelitian pun sudah ada ke arah sana", jelas Prof Hardiansyah.

Pekerja berat yang sepertinya wajib menkonsumsi minuman suplemen seperti yang digambarkan dalam iklan sepenuhnya tidak dibenarkan. Yang benar adalah wajib konsumsi air putih lebih banyak tiap harinya agar tidak dehidrasi. "Pekerja berat atau lari marathon jika tidak bisa mengatur kebutuhan airnya bisa pingsan. Kalau sudah pingsan tidak diselesaikan yah mendahului menemui Maha Kuasa", terang Prof Hardiansyah.

Lain di Indonesia, lain di Amerika Serikat. Pemerintah dinegara Paman Sam itu sudah membatasi peredaran suplemen, khususnya terhadap anak-anak. Kata Prof Hardiansyah, minuman suplemen hanya ada di kota besar. Anak-anak rentan terkena obesitas akibat minuman suplemen ini. "Sekolah-sekolah disana mengontrol ketat peredaran minuman suplemen di area sekolah".

Sudah saatnya pemerintah mengimbangi gencarnya iklan minuman suplemen atau ekstrak tersebut dengan pola hidup sehat. Menurut Prof Hardiansyah, peran departemen kesehatan sangat dibutuhkan guna mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai hidup sehat. (alam kusuma)

   

IKLAN SUPLEMEN MENYESATKAN

Mer, Sby - Ditengah gencarnya iklan di berbagai media ditambah maraknya peredaran berbagai minuman suplemen atau minuman ekstrak, masyarakat dihimbau supaya lebih berhati-hati mengkonsumsinya. Karena kalau berlebihan malah bisa mengganggu kesehatan. Kalori yang terkandung dalam fluktosa di minuman suplemen atau minuman ekstrak bisa memicu kegemukkan.

Profesor Hardiansyah Pakar Gizi Masyarakat IPB Bogor mengatakan, mengonsumsi fluktosa secara berlebih akan memicu kegemukan atau obesitas. "Keadaan itu mengundang berbagai penyakit kedalam tubuh. Bisa menyebabkan diabetes hingga jantung koroner", jelas Profesor Hardiansyah Pakar Gizi Masyarakat IPB Bogor.

Pekerja berat yang sepertinya wajib mengkonsumsi minuman bersuplemen seperti yang sering digambarkan dalam iklan sepenuhnya tidak dibenarkan, yang benar adalah wajib mengkonsumsi air lebih banyak agar tidak dehidrasi.

Lain di Indonesia lain di Amerika, pemerintah disana sudah membatasi peredaran minuman suplemen khususnya kepada anak-anak. Sudah saatnya pemerintah mengimbangi gencarnya iklan minuman bersuplemen atau minuman ekstrak dengan informasi pola hidup sehat.

"Departemen seharusnya berkewajiban menyiarkan nilai-nilai hidup sehat. Bagaimana memilih dan jumlah makanan yang baik dikonsumsi terutama anak-anak", imbuh Profesor Hardiansyah. (alam kusuma)

   

Page 1 of 8

Who's Online

We have 21 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami