Ekonomi dan Pendidikan

TERSANDUNG HUKUM, DEWAN USUL DIREKSI PD PASAR DIGANTI


Mer, Sby - Adanya persoalan hukum yang kini tengah dihadapi oleh jajaran Direksi PD Pasar Surya memantik kekuatiran atas terganggunya kinerja manajemen PD Pasar Surya secara menyeluruh. Karenanya Pemkot Surabaya diharapkan segera bertindak dengan menunjuk seorang plt direksi. Hal ini seperti disampaikan oleh M Mahmud Ketua Komisi B DPRD Surabaya.

Menurut Mahmud, kasus hukum yang kini tengah dihadapi para direksi termasuk kemungkinan ditetapkan status tersangka atas dugaan kebocoran anggaran terkait revitalisasi Pasar Gayungsari bakal mengganggu kinerja keseluruhan PD Pasar. Dan hal ini harus segera diatasi dengan penunjukan pelaksana tugas untuk menggantikannya.

"Kinerja karyawan PD Pasar Surya menjadi drop karena kasus yang membelit direksi", kata M Mahmud.
Tentang siapa yang cocok sebagai plt, Mahmud berharap, agar diambilkan dari orang internal PD pasar Surya sehingga telah mengerti benar atas tugas yang diemban. Lebih lanjut tentang kasus-kasus yang terus menerus membelit direksi PD Pasar Surya termasuk kasus hukum kali ini, menurut Mahmud, mengindikasikan ada yang kurang pas dalam proses rekrutmen terutama peran Bawas PD Pasar Surya. Proses rekrutmen kedepan harus lebih baik dan menghindari adanya titipan titipan dari pihak tertentu.

"Sebelum jajaran direksi sekarang sebelumnya juga terbelit masalah dengan hukum. Oleh karenanya agar lebih hati-hati merekrut direksi yang baru dan harus lebih baik. Hindari titipan dari partai atau lainnya", imbuh M Mahmud.

Sementara itu secara terpisah, Wakil Walikota Bambang DH ketika dikonfirmasi menyatakan tetap mempercayakan pada proses hukum yang tengah berjalan menyoal hukum yang kini tengah banyak dihadapi oleh pejabat-pejabat di lingkungan pemkot diantaranya dispenduk capil maupun PD Pasar Surya. Hanya saja, menurut Bambang DH, bisa jadi pelanggaran hukum yang terjadi akibat ketidak sengajaan. Sehingga dalam hal ini pemkot sebenarnya bisa memberikan bantuan hukum ke mereka. (wahyu nugroho)

 

PEMKOT PERLU KAJI SECARA CERMAT MODA TRANSPORTASI YANG COCOK


Mer, Sby - Adanya wacana penerapan moda transportasi massal dalam waktu dekat masih terus menjadi perhatian banyak pihak. Banyaknya pilihan jenis moda transportasi massal mulai dari monorail, trem dan busway, memungkinkan untuk memilah mana yang sekiranya cocok dan sesuai dengan kondisi di Surabaya.

Bahkan belakangan ada lagi wacana jenis transportasi bus layang juga menambah daftar pilihan yang bisa dipilih. Namun untuk menentukan mana jenis moda transportasi massal yang benar2 sesuai, maka perlu kajian yang mendalam dan cermat dari berbagai aspek.

Dikuatirkan bila salah memilih, justru dampak kedepan tidak memberikan solusi atas masalah kemacetan lalin di Surabaya tapi malah sebaliknya. Hal ini seperti disampaikan oleh Wakil Walikota Bambang DH. Menyikapi banyaknya pilihan jenis transportasi massal yang ada, maka menurut Bambang Dh, pemkot perlu melakukan kajian yang mendalam dan meliputi berbagai aspek kelebihan dan kekurangan yang bisa didapatkan.

Wawali Bambang DH tak ingin terlalu jauh mencampuri kebijakan dalam hal jenis transportasi massal ini. Namun dirinya sepakat bila harus ada telaah secara cermat sebelum menjatuhkan pilihan.

"Seringkali dilupakan bagaimana mendistribusikan aktivitas jika wacana itu benar-benar diimplementasikan. Jika ini tidak dipikirkan maka manfaatnya hanya sebentar karena sekian tahun kedepan tidak akan teratasi problem macet itu", jelas Bambang DH.

Sebelumnya walikota Tri Rismaharini telah menyampaikan wacana moda transportasi massal yang akan diterapkan di Surabaya ke kalangan DPRD Surabaya. Seperti disampaikan oleh Agus Santoso salah satu anggota Komisi C DPRD Surabaya. Walikota menyampaikan wacana penerapan dua jenis moda transportasi massal yakni monorail dan trem.

Namun kalangan dewan sendiri masih banyak pendapat atas jenis transportasi ini. Dalam hal ini termasuk Agus Santoso yang kurang sependapat dengan keberadaan trem. Ia menilai trem bisa memunculkan kemacetan. Namun semua itu baru sebatas wacana dan belum tertuang dalam kebijakan resmi pemkot Surabaya. (wahyu nugroho)

   

JATIM KEKURANGAN SARJANA TEKNIK


Mer, Sby - Surabaya kekurangan insinyur engineering untuk mengembangkan potensi di Jawa Timur. Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Jatim, Sabtu (1/10), di Hotel Shangri-La Hotel. Menurut Ridwan Hisjam Ketua PII Jatim, kekurangan ini juga diakui pemerintah propinsi Jatim.

"Kami akan segera mencetak sarjana teknik untuk mengabdi kepada pemerintah propinsi dan kota. Memang belum ada data pasti jumlah insinyur teknik kita. Untuk itu kita akan konsolidasi para insinyur kita. Perlu revitalisasi peran insinyur dengan pembentukan dicabang-cabang. Bayangkan dari 38 kota dan kabupaten hanya ada 4 kota diantaranya Surabaya, Gresik, Ngawi dan Malang", jelas Ridwan Hisjam.

Langkah mencukupi kekurangan insinyur, kata Ridwan Hisjam, dengan jalan mengupgrade para engeneer yakni meningkatkan kualitasnya. Yakni menambah kurikulum 48 jam yang bekerjasama dengan ITS dan Universitas Brawijaya.

"Paling tidak sarjana teknik menjadi general teknik artinya sarjana teknik umum. Kita harapkan mereka bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di Jatim untuk kesejahteraan rakyat. Karena Jatim miliki potensi besar yakni potensi pertanian, kelautan hingga infrastruktur juga sangat tinggi", kata Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut. (arie sb)

   

PELESTARIAN LINGKUNGAN MATA PELAJARAN SMP DAN SMA


Mer, Sby - Menanamkan pentingnya pelestarian lingkungan sejak dini memang sudah sepatutnya dilakukan untuk hari esok yang lebih baik. Apalagi isu pelestarian lingkungan saat ini bukan hanya menjadi isu nasional tapi sudah internasional.

Ratusan murid SD dari sejumlah sekolah di Surabaya berkumpul di laboratorium UNESA guna mengikuti edukasi pelestarian lingkungan yang diprakarsai PT Frisian Flag Indonesia. Mereka diajarkan caranya menanam dan merawat tanaman. Arif Lukman Hakim Representatif Yayasan Filed mengatakan, pelestarian lingkungan baru bisa dirasakan 20 tahun kedepan.

"Permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan dengan cepat, efeknya dirasakan sekitar puluhan tahun kedepan. Dengan mengajarkan kepada anak SD maka kelak dewasa akan mereka rasakan manfaatnya", kata Arif Lukman Hakim Representatif Yayasan Filed kepada 96 FM Mercury.

Lalu bagaimana isu pelestarian lingkungan didunia pendidikan. Ternyata isu itu menjadi perhatian khusus sejak dua tahun lalu dinas pendidikan kota Surabaya membuat mata pelajaran khusus soal lingkungan. Arif Sardono Supriyadi Juru Bicara Disdik Surabaya mengatakan, muatan lokal soal lingkungan sudah ditanamkan di jenjang SMP dan SMA.

"Baik guru dan murid dilatih soal lingkungan di Siloliman. Ini sudah menjadi program lingkungan hidup di kota Surabaya", jelas Arif Sardono Supriyadi.

Mata pelajaran lingkungan hidup bukan hanya sekedar mata pelajaran pemanis saja. Melainkan turut diujikan pada muatan lokal. Bukan itu saja. Ada pula pelatihan-pelatihan soal lingkungan selain pengajaran teoritis. Upaya ini sebagai bentuk keseriusan pendidikan lingkungan hidup sejak dini.

"Kami kemarin telah melakukan penilaian dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota tentang sekolah bersih, toilet bersih hingga pendalaman materi di Siloliman. Karena ini sudah menjadi kepentingan global",imbuh Arif Sardono Supriyadi. (alam kusuma)

   

PDAM BUTUH ORANG SAKTI CALON DIRUT TAK BOLEH NAIKKAN TARIF


Mer, Sby - Proses rekrutmen dan seleksi calon Dirut PDAM kota Surabaya kini tengah menjadi perhatian. Dalam beberapa pekan ini proses penyeleksian Dirut oleh Tim konsultan independen yang telah dibentuk sedang berjalan. Ada puluhan bakal calon Dirut yang telah melamar dan kini tengah bersiap menghadapi serangkaian test termasuk fit and proper test.

Yang menarik adalah adanya sebuah plesetan yang muncul menanggapi seperti apa sosok calon Dirut PDAM periode mendatang. Seperti dikutip dari pernyataan Arifin A Hamid anggota dewan pengawas PDAM bahwa PDAM butuh sosok orang sakti.

Plesetan orang sakti ini muncul, menurut Arifin, karena sosok Dirut PDAM nanti harus bisa membawa perusahaan daerah ini sebagai perusahaan yang semakin maju berkembang dan menjadi profesional. Namun dengan catatan Dirut PDAM tidak boleh menaikkan tarif air untuk golongan rumah tangga.

Serangkaian syarat ini menurut Arifin A Hamid, mutlak harus dipenuhi oleh Dirut mendatang. Sebab selain merupakan permintaan dewan pengawas, Walikota Tri Rismaharini juga telah menegaskan hal itu.

Sementara itu Plt Dirut PDAM kota Surabaya Ashari Mardiono tak berkomentar banyak terkait dengan plesetan orang sakti ini. Menurutnya, ia sepakat atas kebijakan tak menaikkan tarif PDAM. Namun toh itu semua bergantung pada komitmen Dirut terpilih nanti. Ashari juga berharap agar Dirut terpilih bisa meneruskan program kerja terdahulu dan meningkatkannya. (wahyu nugroho)

   

Page 8 of 26

Who's Online

We have 49 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami