Ekonomi dan Pendidikan

IJIN TRAYEK SUMBER KENCONO HARUS DICABUT

Mer, Sby - Kecelakaan dijalan raya dengan jumlah korban cukup besar yakni 23 orang tewas kembali terjadi di Jawa Timur dini hari kemarin. Penyebab kecelakaan diduga dilakukan oleh ulah oknum sopir bus Sumber Kencono yang menabrak minibus Elf dikawasan Mojokerto.

Kecelakaan yang melibatkan oknum bus Sumber Kencono ini kembali membuat banyak orang mengelus dada. Mengingat dalam setahun ini sudah seringkali Bus Sumber Kencono mengalami kecelakaan dan menimbulkan korban tewas.

Komisi D DPRD Jatim geram dengan ulah oknum sopir bus tersebut. Komisi D melalui wakil ketua komisinya Mahdi dari FPPP meminta agar pemerintah propinsi Jatim dalam hal ini dinas perhubungan dan lalu lintas angkutan jalan (DLLAJ) melakukan tindakan tegas terhadap managemen bus Sumber Kencono dengan menncabut sementara ijin operasionalnya.

"Human error jangan hanya dibuat kesalahan karena banyak kecelakaan yang melibatkan bus Sumber Kencono. Ini merupakan bagian dari kesalahan manajemen PO itu sendiri. Masalah ini menyangkut keselamatan penumpang", jelas Mahdi.

Desakan agar pemprop Jatim melakukan penghentian sementara operasional PO Sumber Kencono juga di dukung anggota komisi D lainnya dari Fraksi Partai Demokrat Suharto. Menurut Suharto, penghentian operasional terhadap operasional bus itu merupakan hal yang wajib dilakukan.

Ia meminta kasus kecelakaan yang melibatkan Sumber Kencono yang sudah kesekian kalinya ini bisa dijadikan evaluasi pemperop jatim terhadap PO lainnya di Jatim. Yakni dengan melakukan pembinaan terhadap pengemudinya agar lebih bisa menghargai nyawa orang lain di jalanan.

Suharto anggota komisi D dari Fraksi Demokrat DPRD Jatim mengatakan, "Sopir harus beretika dalam mengemudikan angkutannya. Harus menganggap kendaraan lain memiliki hak atas penggunaan jalan. Jangan hanya mengejar setoran, kendaraan lain dikesampingkan". (arie sb)

 

SISWA SD RAKIT ROBOT

Mer, Sby, Seiring dengan perkembangan teknologi, Robotika sekarang ini sudah tidak asing lagi, bagi masyarakat moderen. Bahkan ilmu robotika sudah dikenalkan sejak usia dini. Maka jangan heran, kalau melihat murid-murid SD sibuk merakit robot buatan mereka. Seperti yang dilakukan sejumlah murid SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Ilmu Robotika sudah jadi program ektrakulikuler di sekolah ini.

Tidak jarang murid-muridnya menjadi juara di berbagai ajang kontes robot di tingkat nasional maupun internasional. Endik Setiawan penanggung jawab ekstrakulikuler mengatakan, siswa telah mengikuti 12 kontes robot selama kurun waktu 3 tahun. Mengenalkan soal Robotika kepada murid-murid SD sebenarnya tidak susah, tergantung minat mereka kepada teknologi.

"Ekstrakulikuler ini mulai kelas 3. Siswa kita latih merakit, menyoder dan bisa menjalankan robotnya. Tetapi memang finishingnya dari pelatihnya", jelas Endik Setiawan.

Beberapa tipe robot bisa di buat murid-murid SD ini, mulai tipe vehicle yaitu robot berbentuk kendaraan dilengkapi roda dan bergerak sesuai program. Dan tipe walker, tipe robot yang sudah memakai kaki sebagai pengganti roda untuk bergerak. Kaki-kakinya menyerupai serangga. Mencetak ahli-ahli robot di Indonesia bukanlah tidak mungkin. Siswa-Siswi Indonesia sering kali menjadi juara olimpiade sains atau khusus robotika. Hanya butuh ketekunan untuk mewujudkan impian itu.

"Anak-anak yang berpotensi itu kita tinggal memolesnya saja dan pengembangannya kembali keanaknya. Apabila diberi latihan dan mereka tekun bersungguh-sungguh maka insyaAllah keberhasilan yang akan dicapai", imbuh Endik Setiawan. (alam kusuma)

   

KOSMETIK MERCURY MASIH BEREDAR LUAS

Mer, Sby - Semua wanita ingin tampil cantik salah satunya dengan memakai alat kosmetika. Namun harus hati-hati memilih kosmetik. Apalagi kosmetik itu merk populer tapi dengan harga jauh lebih murah. Karena bisa jadi kosmetik itu palsu dan mengandung bahan-bahan zat berbahaya bagi kesehatan kulit.

Dr Teguh Tanuwijaya Ketua Umum Persatuan Dokter Estetika menyatakan, kosmetika mengandung mercury sangat berbahaya bagi kesehatan kulit sehingga tidak layak digunakan. Yang lebih mengerikan jika mercury digunakan dalam rentang waktu yang lama dengan dosis tinggi bisa menganggu kesehatan organ dalam.

"Bisa menganggu fungsi ginjal jika digunakan 2-10 tahun. Bahkan bisa membuat kerusakan organ penting tubuh yang permanen", kata Dr Teguh Tanuwijaya.

Ironisnya sampai sekarang ada saja masyarakat yang menggunakan kosmetik mengandung mercury ini. Bisa jadi mereka tergiur harga yang murah atau memang awam dengan persoalan kosmetik. Lalu bagaimana memilih kosmetik yang aman dari zat berbahaya itu. Menurut Teguh, hendaknya masyarakat memilih kosmetik yang beresgistrasi oleh BPOM dan perhatikan kadaluarsa kosmetik. Ciri khas kosmetik yang mengandung mercury biasanya berwarna mengkilap. (alam kusuma)

   

PEKERJA ANAK SEKTOR INFORMAL MENJADI TARGET PERDA PERLINDUNGAN ANAK

Mer, Sby - Pembahasan guna penyusunan Raperda Perlindungan Anak yang kini sedang berlangsung di DPRD Surabaya hampir segera tuntas. Pihak pansus dan dinas instansi pemkot Surabaya fokus kepada pekerja anak di sektor informal yang bakal menjadi salah satu materi yang diatur dalam perda ini. Menurut Ikhsan Kepala Bapemas (Badan Pemberdayaan Masyarakat) dan KB pemkot Surabaya, pekerja anak di sektor informal ini ditengarai cukup banyak sehingga perlu manjadi hal yang diatur dalam perda ini.

Perda nantinya memang tidak akan serta merta melarang mereka untuk bekerja tapi perlu ada perlindungan atas hak hak yang harus diberikan kepada anak anak tersebut. Diantaranya harus ada ijin dari orang tua. Kedua harus ada perjanjian tertulis antara yang memperkerjakan dengan orang tua anak. Ketiga, harus ada batas waktu dan diberi kesempatan mengembangkan diri dalam pendidikan informal maupun formal. Termasuk harus mendapat fasilitas kesehatan dan diberi kesempat bersosialisasi dengan lingkungannya.

Menyinggung tentang sanksi yang mengikuti bila terjadi pelanggaran atas ketentuan perda, Ikhsan Kepala BAPEMAS Pemkot menyatakan, dalam perda telah diatur terkait sanksi itu. Yang mana perusahaan yang memperkerjakan anak-anak itu harus dengan kondisi sesuai perda.

"Jika melanggar sanksi bisa sampai 50 juta. Tentunya banyak hal yang harus disesuaikan ketika perda ini akan diterapkan. Usia anak yang diperkerjakan ini dibawah 18 tahun", terang Ikhsan Kepala Bapemas dan KB pemkot Surabaya.

Sementara itu Ketua Pansus Penyusunan Perda Perlindungan Anak DPRD Surabaya Yayuk menyatakan, proses penyusunan perda ini akan segera kelar dan sebelum hari raya Idul Fitri kemungkinan akan bisa disahkan. Dengan keberadaan perda ini diharapkan bisa lebih menjamin perlindungan atas hak hak yg dimiliki oleh anak anak khususnya di Surabaya ini. (wahyu nugroho)

   

AJANG MATEMATIKA INTERNASIONAL DI BALI SISAKAN LUKA MAYDELINE

Mer, Sby - Sudah Indonesia gagal menjadi juara umum. Ajang Internasional Indonesia Mathematics Internasional yang berlangsung di Bali tanggal 16 sampai 23 Juli lalu menyiasakan luka buat Alicia Maydeline. Satunya-satunya peserta asal Surabaya ditingkat SD ini digugurkan memperoleh medali emas dan hanya mendapat merit, setingkat dibawah medali perunggu.

Padahal keberhasilan Maydeline sudah diumumkan pihak panitia sebelumnya, bahkan disiarkan oleh sejumlah media massa. Meski masih bocah, Maydeline sempat protes ke pihak panitia tapi tidak mendapat respon memuaskan. Ny Elia ibu Maydeline mengaku sudah curiga sebelumnya. Saat itu sertifikat medali tidak dibagikan panitia diatas panggung. Kepada 40 anak-anak yang mengikuti even itu, official menyatakan, sertifikat tidak boleh dipegang dan dibuka anak-anak.

"Mereka kemudian menyatakan akan ada pertemuan secara individu khusus jam 9 malam setelah makan malam", terang Ny Elia.

Kasus ini sudah dilaporkan ke kementrian pendidikan nasional. Maria, kepala sekolah SDK Aloysius Surabaya mengatakan, pihaknya hingga kini belum mendapat solusi dari persoalan Maydeline. Pihak ingin menyelesaikan lewat jalur resmi.

Dengan adanya kasus ini, Indonesia hanya mendapat 4 medali emas. Sedangkan Taiwan mengoleksi perolehan emas terbanyak dengan sembilan emas, lalu disusul China dengan mengoleksi delapan emas. Madydeline adalah murid yang cerdas di sekolahnya. Berkali-kali menjadi juara kompetisi matematika di tingkat local maupun nasional. Kasus ini dikhawatirkan bisa menurunkan semangat belajar Maydeline, karena merasa dicurang.

"Kami tidak menuduh apakah ini merupakan kecurangan atau tidak. Tapi kalau benar maka ini merupakan pembunuhan karakter. Sebenarnya saya lebih legowo jika anak saya saat itu tidak menang apapun. Tapi ini sudah diumumkan ke media, ini yang menjadi masalah", keluh Ny Elia. (alam kusuma)

   

Page 9 of 26

Who's Online

We have 74 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami