Show Buzz

Dagu Lebih Indah dengan Serdev's Surgery

SALAH satu bagian wajah yang sering kali menjadi daya pikat tersendiri adalah dagu. Bagian wajah ini bisa sangat menarik mata jika ternyata punya bentuk yang bagus. Salah satu cara untuk mendapatkan bentuk dagu adalah dengan Serdev’s surgery.

Operasi kecantikan pada dagu ini dilakukan untuk membentuk dagu agar terlihat lebih indah. Tindakan ini dilakukan dengan teknik serdev yang menggunakan benaang khusus yang dimasukkan ke bawah kulit. Benang itu digunakan untuk mengangkat bagian wajah yang menyakitkan. Benang ini terbuat dari bahan Polycaproamide Semielastic, anti microbial, dan diabsorbsi perlahan. Ini terbukti tidak menyakitkan dan hasilnya dapat bertahan hingga 10 tahun.

Menurut Dr Syarief Hidayat SpKK, Dermatovenereologis dari Mintohardjo Aesthetic Center, Jl. Bendungan Hilir No. 17 Jakarta Pusat, operasi kecantikan pada dagu agar terlihat lebih indah. Hal ini bisa dilakukan, antara lain dengan augmentasi, pasang protesa atau dengan injeksi botoks. “Salah satunya dengan Serdev’s Surgery, ini salah satu teknik facial contouring yang berasal dari Bulgaria. Menggunakan benang serdev dan jarum serdev agar bentuk salah satu bagian tubuh terlihat lebih baik,” katanya.

Lalu bagaimana cara mengetahui apakah dagu kita sudah proporsional atau masih perlu dikoreksi lagi? Cara paling sederhana adalah dengan bercermin dan menilai sendiri proporsi wajah. Idealnya adalah dengan melihat perbandingan wajah atas, tengah, dan bawah.

Untuk wajah orang Asia, idealnya jika dilihat dari sisi samping terdapat garis yang menghubungkan puncak hidung, bibir, dan dagu. Garis ini dikenal dengan E-line (Esthetic line). Jika dagu terletak di belakang garis ini, diperlukan tindakan perbaikan dagu. “Teknik untuk face lift up ada juga dengan teknik yang disuntik kolagen (augmentation), asam hialuronat. Dengan serdev ini, klien bisa melihat hasilnya langsung dan bertahan lama,” terangnya.

Serdev’s Syrgery dapat dilakukan dengan benang yang dimasukkan ke dalam otot dagu bagian bawah dan atas. Dalam waktu 10 menit biasanya tindakan sudah selesai lalu pasien difoto. “Teknik face lift up ini adalah operasi minimal yang keunggulannya lebih tahan lama dan langsung terlihat hasilnya,” katanya.

Pemilihan jenis tindakan tergantung pada kekurangan yang didapat pada dagu masing-masing pasien. Biasanya sebelum memilih tindakan, dilakukan diskusi mengenai apa yang diinginkan pasien dan kemudian dilakukan perencanaan akan kemungkinan tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien. Pada konsultasi ini, dokter akan memeriksa wajah secara keseluruhan termasuk tekstur kulit dan tulang serta menjelaskan tindakan yang akan dilakukan.

Sebagaimana tindakan operasi wajah pada umumnya, pasien akan merasa dan tampak lebih baik dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya segera setelah tindakan, akan dipasang taping (plester) di daerah dagu tempat masuknya jarum serdev yang dilepas dalam waktu tiga hari. Tingkat nyeri biasanya minimal dan dapat dikontrol dengan minum obat.

“Tindakan ini dapat dilakukan pada usia remaja hingga dewasa yang menginginkan keindahan pada bagian wajahnya. Dan biasanya untuk yang mengalami penyakit kronis, kelainan darah dan bakat keloid tidak disarankan. Dan sebaiknya setelah tindakan, dagu jangan terbentur, di-massage, dan facial,” katanya.

 

Yongki Komaladi Ungkap Tren Sepatu 2011

MELEWATI proses selama 15 tahun, merek dagang Yongki Komaladi yang diangkat dari nama sang pengusaha sendiri, Yongki Komaladi, telah mencapai titik kesuksesan besar.

Ditanyakan mengenai tren sepatu 2011, Yongki menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat kini jauh berbeda.

Lifestyle saat ini berbeda, mungkin akibat pengaruh internet dan kehadiran smart phone yang dimiliki hampir semua orang, masyarakat menjadi haus informasi. Bagi kami pengusaha, hal tersebut adalah tantangan. Bagaimana kami, para penjual seni mampu mensejajarkan dengan selera pembeli. Masyarakat sekarang ini lebih menyukai warna-warna berani, dan lebih menyukai konsep ‘tabrak warna’,” tutur Yongki Komaladi kepada okezone di workshop pribadinya, Jalan Sentani Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Untuk itu, Yongki menambahkan beberapa warna seperti jingga, fuchsia, ungu, biru dan grey akan menjadi favorit pada tahun ini.

Ditambahkan Yongki, daya beli masyarakat Indonesia masih cenderung tinggi. Hal inilah yang mendorongnya untuk terus menggali kreativitas untuk menjawab kebutuhan konsumen akan sepatu yang nyaman.

“Ketika orang asing keluar negeri, mereka pergi bawa satu koper dan pulang  bawa satu koper. Lain lagi dengan orang Indonesia, pergi bawa satu koper dan pulang bawa lima koper. Empat koper tambahan merupakan hasil hunting belanja untuk dirinya, maupun orang terdekat, titipan dan oleh-oleh,” kelakar Yongki menutup pembicaraan.

   

Belt Suspender untuk Pencinta Saggers

PRIA yang terbiasa mengenakan jins di bawah pusar sering menyadari jika kondisi tersebut tidak nyaman. Kini, Anda bisa tetap tampil memikat dengan gaya tersebut. Pasalnya, terobosan baru telah hadir berupa belt ber-suspender yang melengkapi penampilan.

Adalah Andrew Lewis, penemu garter belt yang dimaksudkan untuk meringankan kehidupan mereka yang ingin tampil gaya dengan jins di bawah pusar. Mereka adalah para saggers, yang sengaja memakai celana rendah untuk menunjukkan pakaian mereka.

Meskipun banyak dari orang-orang yang lebih memilih membiarkan jins mereka kendur dengan rendah hingga ke pinggul mereka tanpa menggunakan ikat pinggang, Lewis mengatakan, "Bagian belakang tubuh saggers menyembul di bawah jins ketika mereka menaiki tangga stasiun kereta bawah tanah."

Lewis berpikir, para saggers mungkin akan bosan melakukan hal itu bahkan jika mereka bermaksud untuk tampil fashionable, padahal tampak meragukan dengan cara mereka memakai celana. Demikian yang dinukil dari Genius Beauty, Senin (3/1/2011).

Penemu berbasis di New York itu melakukan riset pasar sebelum melanjutkannya dengan merancang perangkat untuk membantu para saggers dengan tugas sulit meyakinkan jins yang mereka kenakan dapat tetap berada di pinggang, di mana mereka inginkan.

"The Subs", Lewis menjuluki penemuan tersebut, adalah penggabungan antara garter belt dan suspender. Celana di bawah pusar tetap berada di pinggang, namun tidak melorot berkat pengencang yang ukurannya dapat disesuaikan.

Dengan begitu, memungkinkan pemakai untuk mengatur pinggang celana di tingkat yang diinginkan. "The Subs" menawarkan jaminan bahwa jins tidak akan jatuh ke bawah. Bahkan Lewis mengklaim, "The Subs" dapat mengejutkan, karena dapat panjang di luar lingkaran saggers.

   

Page 9 of 9

Who's Online

We have 73 guests online

Join with Us

Klik icon di atas untuk bergabung dengan Facebook kami